Kegagalan saya saat menyusui anak pertama yang hanya sampai usia 9 bulan, membuat saya tak mau mengulanginya untuk anak yang kedua.
Untuk anak yang kedua, saya bertekad menyusuinya hingga usia minimal 2 tahun. Dan saat ini sudah berusia 1 tahun.
-----------
Pada hari Sabtu, 30 September 2017, alhamdulillah saya dapat kesempatan belajar lebih banyak tentang ASI dan Menyusui dari 2 orang pakar, pada acara "Breastfeeding911, Sukses Memberi ASI dalam Berbagai Kondisi" yang diselenggarakan oleh Majalah AyahBunda dan Pigeon di Hotel Melia Purosani Yogyakarta. Pada seminar ini menghadirkan dr. Tiwi, SpA dan dr. Luh dari RSCM.
Sebagai pembicara pertama, dr. Tiwi menyampaikan tentang kandungan ASI yang tidak bisa digantikan oleh susu formula yang berasal dari susu sapi. Bahwa ASI mengandung laktosa lebih banyak yang bermanfaat untuk perkembangan otak.
Selain itu, dr. Tiwi menyampaikan bahwa sebenarnya setiap ibu bisa memproduksi ASI dan menyusui jika dipersiapkan dengan baik sejak masa kehamilan, juga adanya faktor pendukung dari lingkungan sekitar, terutama dari suaminya.
Saat awal melahirkan hingga 7 hari pertama, produksi ASI biasanya memang masih sedikit. Karena menyesuaikan dengan kondisi usus bayi yang juga masih kecil. Tapi jangan berhenti menyusui, teruslah diberikan, agar bisa merangsang hormon untuk memproduksi ASI lebih banyak.
Ada 3 tujuan menyusui menurut dr. Tiwi, yaitu:
1. Memberikan nutrisi terbaik
2. Untuk kekebalan tubuh
3. Untuk memberikan stimulasi dan membangun kedekatan antara ibu dan anak (attachment).
Pada sesi kedua dr. Luh menambahkan tentang posisi bayi yang benar saat menyusu, yaitu:
1. Leher dan tulang punggung harus segaris
2. Kedua tangan menghadap ke arah mulut
3. Panggul menekuk.
Ya, Allah SWT menciptakan manusia dengan makanannya yaitu ASI. Karena manusia yang penting adalah perkembangan otaknya.
Jadi para emak, yuk ah semangat menyusui putra putri kita, sehingga tumbuh menjadi anak yang sehat, sholeh dan sholehah. Amin.
3 Oktober 2017
Euis Marlina
Kapten Emak Pintar Yogya
Comments
Post a Comment